THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 27 Desember 2011

C

Well, back again! Kali ini gue mencoba berpendapat tentang suatu hubungan, entah pacaran apalagi suatu hal yang namanya nikah, kawin (kucing? :p), married, atau apalah itu namanya. Sebenernya hal ini mau gue bahas dari kapan tahu, tapi ga ada waktunya. Eh, kebetulan Ka Pingkan bahas soal hubungan yang langgeng. Sebenernya mungkin agak ga nyambung ya sama pertanyaan si kaka bagaimana menjaga hubungan yang langgeng. Tapi menurut gue yang suka menghubung2kan (hehe :p) hubungan yang ga langgeng klo ga putus ya cerai. Ini yang mau gue bahas...sebenernya. Oia, beda kasus nih sama cerai karena KDRT. Gue tidak membahas itu.
Puncaknya sih waktu si selebriti dunia yang menurut gw hidungnya terlalu mancung (ya udahlah tapi adeknya ganteng loh :p) itu cerai dengan suaminya. Umurnya baru juga 3 bulan kurang kayaknya. Itu mah sama aja kayak orang pacaran! Lebih singkat malah. Di mata gue dia mempermainkan pernikahan banget dah. Kayak orang trial wedding ( buat istilah sendiri hehe). Nyoba2 doang. Kalau ada pertanyaan, mending gonta-ganti pacar, atau gonta-ganti pasangan hidup? Gue pasti pilih yang pertama. Lupakan dulu masalah playboy/playgirl. Mending cari yang terbaik dulu kan sebelum nikah? Daripada putus pas nikah nanti, a.k.a. cerai. Pertanyaan gue yang ke 2, kalau ada perceraian, kenapa harus ada pernikahan? Mending kayak Angelina Jolie sama Brad Pitt kali ya yang pacaran sama punya anak 8 (4 anak kandung, 4 adopsi). Mereka ga mau nikah biar katanya udah didesak sama anak-anaknya. di pikiran gue, kalau ujung-ujungnya cerai, ya ga usah nikah ajalah yaaa.. Irit resepsi kan tuh :p. Kenapa ga waktu pacaran toh mbok ya kenalin dulu pasangan masing2 kayak gimana.
Cerai sih mungkin banyak alasannya ya, seperti pernikahan si artis yang cuma bertahan 3 bulan kurang itu. Alasannya sepele "Udah ga cocok lagi, perbedaan pendapat". Meeennn.. cuma gara2 ga cocok? Helloww.. lah waktu pacaran ngapain aja mbak? Mas?
Gue juga belom tau gimana cara hubungan langgeng sih. Satu hal yang menurut gue harus ada: Komunikasi. Bilang kalau ga suka. Jangan nerimo aja. Dan yang awal2 waktu pacaran mending nerima kekurangan pasangan dahulu, dibanding kelebihannya. Sukur2 klo bisa membuat si pasangannya lebih baik (ini yang menurut gue harus ada dalam setiap hubungan percintaan. Bagaimana nantinya si dia membuat gue lebih baik, bukan malah lebih buruk) Dan satu hal lagi, selingkuh bukan jalan terbaik.
Hm... mending selingkuh tapi pernikahan tetep jalan, atau cerai? Nah loh

Kamis, 29 September 2011

Ready?

Sex. If I hear this word, there's a many things appear in my head :p. Well, the true meaning about sex is sex (jenis kelamin), but usually correlated with intercourse. By the way, about intercourse, so far I learn a few things in the class or film (not BF). Actually, what intercourse mean to you? For me, it's not just about passion in the bed, with 2 persons "do something". For me, it also about our readiness, mentally, and physically. I learned it last week. Prepare, think about future too. Do not make a mistake for future. That's a meaning of intercourse for me. Ah, ya the important meaning for me is about readiness.
I watched many serial drama, included film, which is showed Western culture. You know what I mean? From what I watched, it's just showed passion, not necessarily included, and the important one, Love.
There's a one serial tv here (sinetron) showed Eastern culture. Well that's serial tv about pesantren, so they really really close about intercourse, even just talk woman with woman or man with man, is a taboo thing. So, there's a one scene, where a young married couple, who love each other, want to did that. Slowly, with pray, they did.
So, from that scene, I learn, it is not about with passion, or temporary love, then change a man/woman as we want to do that. It's about... I dunno to called that, but I think it's also about how we respect our self. Our body, our feeling, and our mind.
God doesn't forbid an intercourse. One of Catholic Church's purpose is have a child for married couples. So, for me it isn't just about sin and become a sinner, but how we ready to face our future after do that.
Life for me, is also about option with consequence. We have 2 options too, do an intercourse. Do or not is up to you guys. But I thing we have to remember the consequence.

By the way, gw ngomong panjang lebar ini untuk yang belom married yeee, yang udah mah terserah =))

Selasa, 09 Agustus 2011

There's always goodbye

Beberapa wkt lalu, gue baca suatu buku di mana ceritanya si penulis ini berkumpul dengan teman2nya setelah sekian lama tak betemu. Mereka udah jadi orang2 yang berbeda, begitu si penulis berkata pada awalnya. Hmmm... Gue jadi inget, there's always say goodbye, yang berarti 4 tahun bersama2 teman2 kuliah gue ini akan berakhir. Ditambah lagi, beberapa lagu yang gue denger ataupun gue inget mengingatkan gue akan perpisahan. Walaupun gue ngga ada temen deket banget, tapi masing2 temen gue membentuk gue memjadi diri gue yang lebih berkembang. Sekarang aja gue besyukur banget ada BBM, Facebook yang bisa menghubungkan temen2 gue yang udh "hilang:" di belahan dunia yang berbda. Ada yang di Amrik, Aussie, Spore, bahkan Inggris dan Belanda. Dan baru2 ini, gue juga menemukan yang ternyata di China belajar keguruan. Intinya sih gue masih bisa terhubung dengan mereka2 itu dan gue bersyukur banget. Empat tahun bukan waktu yang lama. Gak kerasa aja ntar udh lulus (amin). Dan mungkin, kita akan lupa nantinya satu sama lain, entah berapa tahun ke depan. Udah sibuk dengan kegiatan masing2. Entah nikah, yang mau nikah muda, kuliah lagi, atau kerja. Mungkin Sandra udah jadi peneliti perkembangan manusia, Ema jadi ibu rumah tangga, atau Marcelia yang jadi one of the owner of Starbucks.. Gue inget banget dia bilang mau ke Amrik, pengen jadi salah satu pemilik Starbucks dengan beli sahamnya kalau gak salah, waktu matkul Entrepreneurship, tugas bikin dreamboard. Kita juga ngga pernah tau nantinya kita akan berubah seperti apa 5 atau 10 tahun ke depan atau masih sama dengan yang sekarang, kecuali fisik yang pasti berubah. Apapun dan gimanapun, dimanapun nantinya kita, gue berharap masih bisa kontak2an, atau seenggaknya tau kabar masing2 lewat jaringan pertemanan yang akan jadi trend nantinya.

Yah, jalanin dulu aja, nikamtin aja selama masih ada waktu, dan always ready to goodbye moment.. There's always say "hi" dan "goodbye" :)

Senin, 11 Juli 2011

Make a desicion

I've found a found who made... maybe we can say.. big.. decision. They married in earlier 20th even not 20th yet. Well, the question is, what is married? I'm sure everyone has their own answer. Buat gue, menikah pasti lebih dari pacaran. Saat menikah, mereka gak hanya sah secara hukum, tapi juga sah di depan pastor/pendeta/penghulu, atau pemimpin agama, yang berarti sah di mata Tuhan. gak hanya itu, walaupun yang menikah adalah 2 orang, tapi menyatukan 2 keluarga enath keluarga besar/kecil. banyak tanggung jawab, baik sebagai suami, atau sebagai seorang istri. Dan, menikah adalah sehidup semati. Itu sih menurut kepercayaan masing2 ya....Yah, gue sih mengikuti aturan kepercayaan gue. Kalau bsen pacaran mungkin masih bisa ganti pacar, walaupun bkn itu jalan terbaik menurut gue, masih ada cara utk mengatasi kebosanan kalau memang niat. Lah kalau bosen sama istri/suami, masa iya mau ganti2? Pernikahan adalah janji, komitmen... banyak orang yang berkeputusan menikah muda. Ada beberapa yang membuat gue kaget, karena secepat itukah? Tapi itu keputusan mereka juga. Apakah mereka siap menghadapi masalah2 keluarga? Siap untuk bertanggung jawab dengan masalah2 keluarga? Siap utk menjadi ibu/ayah? Siap mendidik, dsb? Well, itu hanya mereka yang tahu dan menjalaninya. Gue hanya memperhatikan dan akhirnya belajar dari mereka juga.

PS: Ini dua post-an gue kok kayak galau yah? haha.. mana gue barusan dapet sms dia. Katanya mau ngelakuin hal2 aneh lgi dan tdk minta gue ikut campur.. hadeeeeehhh -.-"

Sabtu, 09 Juli 2011

A perfect guy for me

okay.. woho..i'm not patient to write this one. Recently, I've just found what i want in my life.. Hm.. little bit late actually, I should already find what i want in 20th. well, this is specially for having relationship. From one of my friend's experience, and other sources, I know that I want a guy, who love me. of course, it's no need to said. But not just love me, but the important things are accept my condition, as physically, mentally, and the other parts of mine. He has to make me feel better when i'm not in a good mood. You know, a few days ago, I felt lost of.. I don't know, friend, or someone I love with. I don't know what I felt for sure. But, after i knew his mental condition,... hmm... maybe better if we just friend. I need someone who could lead me to the better person for God, myself, and other people.
Have a relationship for me, means process to know each other, and make better for each other too. We covered our partner's weakness. If I'm not in good mood, he can make me at least smile, give me good advice if i have problem and always support me for good things. he can remind me if I do something wrong. and oh ya, not overprotective please.. maybe too many words I want to say... Everybody want prefect in their life, so do I. I want a perfect one, a perfect guy. Although I know it's impossible, because no one perfect. That's why i said we covered our partner's weakness on each other

When I know "that" feeling? They usual called Love. I don't know. When I can get my prince? I never know. Like my friend said, God preparing my prince for me. There's always somebody to everyone

I'm waiting...

Selasa, 07 Juni 2011

untitle

yesterday, they were fighting again...

maybe one of them was blaming on you,
but maybe you're too tired she always blame on you
she said, it was your fault
but you didn't feel that was your fault

you wanna run
to the place where you can go alone
just with yourself
do whatever you want
where no one can blame on you anymore

you want stay away from them
close your ears with both of your hand
or keep your ears open
but ignore what they said

they didn't know what they said
they didn't know what you feel
they just said but they don't want to know what your feel
or pretending to don't know

you have dreams
dreams that make you happy
dreams that at least make you ignore you psst

but, unfortunately you don't know your future
so you can't if the dreams can be true or just dreams

Selasa, 21 Desember 2010

My Kid (2)

Yesterday, i went to Wisnu's home. That's a first time I visited he and his family.at their home. I also brought, emmm.. let's say.. Christmas gift for him, his lil sister, and his cousin who also one of Sunday School children. For Wisnu, I bought Ben 10's pencil case.. He really love Ben 10. For Ciput, I brought her a sandals, which it's my sweet seventeen gift. I wear it only 1 time. And for Vita (Wisnu's cousin), I brought her a jeans. My mom said I never wear that jeans, and its size too small for me now. I spent my time with them, except with Vita, because she lived separated with Wisnu and Ciput. We watched two Christmas Films. I knew Ciput can speak now. YEY!!!! Although, still lisp and sometimes unclear, but she can speak! Wow, I'm very happy. While, we watch film, there's a sick dog on the movie, (and the dog didn't sick, but pregnant) she said "atit..atit" at the same time she pointed to the tv screen. And I answered "Nggak, udah sem..." "buh..."she said.. While she said 'buh" sounds very funny. :)). Maybe during 5 minutes, she just said "atit" and "buh" after I said "Nggak, udah sem...". I really happy while Wisnu yelling because he very happy with my pencil case I gave to. And while their mom said to Ciput, "K Inez mana?" Ciput pointed to me. O ya, when Ciput wanted to talked to me, and I talking with her mom, she hit my thigh at the same time, she said "MAMAMAMAMAMMAMA". Did she think I'm her mother, or want to say "KAKAK" but she can't? She had already can speak, "mama", "papa", but my mom said sometimes, she called her dad as "mama" and her mom "papa"

Oh, I'm really love yesterday afternoon :))

Senin, 13 Desember 2010

My Life in Ruins

A few days ago, I watched My Life in Ruins. The story about a woman tour guide who know everything about the object history. But, while she explain history, nobody's (tour's members) want to hear history. They did their activity. Pray, when they visited the old church, take a photo, saw the object, etc. Not only that, her tour's member's made her mad. A grandma who thief, an angrier old man, etc ( actually I didn't watch the whole story, just 1 last hour). One day, the angrier old man, said, that was a worse tour he ever joined during 20 years, because.... And the tour guide, who lost her patient, said, "Of course she did, maybe now she enjoy in somewhere.. " he went without his wife. And then she realized.. "I'm so sorry" she apologized the grandpa. From that incident, she being closer with the old man. The old man said, Georgia (the tour guide) too tensed, he told his experienced when he was young, he got a very2 interesting job, he was a ice cream taster, how he loved his wife even though they got angry each other everyday. And Georgia said " I want to be like you", the old man told her she had to open , enjoy her life, a lot of having sex.. Okay, the last word, different culture I guess :D. The point is open and enjoy your life.

It's same with seminar which I joined one week ago. I Love Me is its title. The point is openness. BUT every secret we open, there's a risk. Usually, the sentence " Please, don't tell anybody..." has a bigger risk to open to the other. We have to open. How can we adapted with our environment if we're introvert? But, we have to realized about the risk.
A good personality, is we can accept our power and our weakness. Yesterday, I realized that my bad past is a part of my life. I have to accept that. Slowly... :)

And, yeah, life is learning process. We learn from the other people, and maybe people learn from us.


Minggu, 12 Desember 2010

Food without Beverage

When I didn't want to eat, but I have to eat, or I'll be sick, I think these food :




Selasa, 07 Desember 2010

Twilight

I know all of you already know what's Twilight. The Cullen, Vampire, Werewolf are difficult to forget, right? And I don't want to tell you about its story, but my story had correlation with Twilight, I guess.

It was begin when my dad planned to sent me to abroad, for continue my study, post-graduate- master, and he expect I can work there too. He had reasons for that. That's impossible, if I go to somewhere, where there's not my country without speak English, so i have to increase my English. However its way. And it happen while my mom's friend give me her daughter novels (her daughter study in Sing with scholarship). And she offered me if i want to being her daughter's novels owner. So I said yes and between on that books, I (and my mom) found a few (2 or 3) English novels. So, my mom push me to read that novels, even tough I very very lazy maybe even to touched it. Slowly, I started to read it. One by one, with dictionary of course. After I finished all of novel, that didn't over yet. My mom keep push me to read an English novels, not Indonesian anymore. While i want to buy novels which it's same series which novels I read before, my mom said "Don't choose it! It's a Children books" at same time she pointed the signpost "CHILDREN BOOKS". I sighed. My mom want me to read a teenage novels (or maybe 18+ novels? :)) ). Okay. How I could read if its language so difficult for me? I didn't want to open dictionary again (actually,.. lazy :D). And through conversation with Sandra, I supposed Twilight novel more easy than Harry Potter. Its language I mean. Differences English, US with UK. You know.

When I started to read Twilight, I still needed dictionary, sometimes I opened it, sometimes I guess its meaning. And I helpful with chatting with some friends from abroad and helpful with TV's series like Bones or Criminal Minds. NCIS too.

And, now, I am. Reading Breaking Dawn, which is that's 4th books of Twilight Saga. I didn't buy the pocket book for this book, it already sold out. There's just a big book (very big for me). So I bought it, and I read it. Its language not too difficult I guess, not like what I thought before ( I thought its language more difficult than the pocket book because that's big :P). So far, I understand its story.

About my dad's plan. I pretty excited about it. That's why I try to increase my English. Now, I pretty enjoy about learn English, except if I feel tired. lol. Because I need more concern to read English than when I read Indonesian and still difficult to tell you what I'm talking about (that's why I need 2-3 days to post this story, find exact word in English)
I need to increase my English. More and more. Until I reach what I want. This story is only one way to increase my English, and I need to learn English in formal structure because that's what I need first to continue my study..... in abroad :)

NB: I know if I read Indonesian books without 'touch' English books, my English will be bad again (and it happen). That's why I keep to read English novels :D

Selasa, 09 November 2010

Atma vs Binus

Jad gini, dari TK ampe SMA kan gue bersekolah di sekolah Katolik, nah, ngga salah donk kalo gue juga maunya kuliah juga di universitas katolik? Heheh.. jadi, setiaap ngelewatin gedung Atama, dalam hati, tepatnya pikiran gue berpikir, ini akan jadi kampus gue nantinya. Trus, daftarlah gue ke Atma seperti keinginan gue, lalu tes, dan bla..bla..bla.. akhirnya pengumuman tes itu pun tiba, sebelom buka webistenya, untuk ngeliat hasil tes, gue berdoa dulu.. dan.. tereng.. teng.. teng.. gue DITOLAK! Bahasa halusnya tidak diterima, coba di lain kesempatan, dan bla..bla..bla.. again.. gue shock bener2. Temen gue yang nilai2 sekolahnya di bawah gje aja diterima kenapa gue nggak?! Kesel dan teman2nya itu pun bermunculan. Terpaksalah gue di pilihan kedua, Binus. Padahal itu brosurnya udah gue buang loh.. hehehee. Di Binus, gue inget banget tuh, hari minggunya tes masuk di saat gue masih demam berdarah. Oia, sebelomnya, gue masih mengusahakan segala cara supaya gue masih bisa diterima di Atma. Gue maunya ikut tes gelombang kedua, eh.. tak disangka, itu nyamuk menggigit gue di saat yang menurutnya tepat. Sabtu panas tinggi, ampe 40⁰, minggunya tes masuk Atma. Alhasil, gue ngga bisalah masuk, tanpa harus susah2 ngerjain tes.. haha.. :D. nah, minggu depannya, gue tes Binus tuh. Udah badan masi panas, masi puyeng, ikutlah gue tes itu. Ditemenin kak Olive, ditungguin dia di depan kelasnya, gue ikut tesnya. Trus, bala..bla..bla.. again..again.. Maksudnya tuh sebelom pengumuman tesnya, gue kan sekolah dan ini-itu. Gue akhirnya DITERIMA. Ngga usah pake bahasa halus lagi, gue bener2 diterima. Dan, gue lulus sekolah, kuliah, dan tahulah gue alas an kenapa gue ngga diterima di Atma. Hmm.. Mungkin lebih tepatnya mungkin gue tau, karena Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan gampang salah *nyanyi. Dan karena alas an tersebut, gue menyadari Tuhan sayang gue. First, gue mungkin ga bakal kuat.Kata temen gue via temen gue yg satunya lagi (?), di Atma itu psikologinya sibuk. Semester atas aja hr minggu pun masuk, karena mereka juga kebanyakan lapangan. Mereka emang kebanyakan praktek juga sih, yah, gue kan ga bsa terlalu cape, klo msk Atma, kemungkinan ga kuat fisiknya. Second, AC-nya Atma dingin gila. Bsa beser gue kedinginan. Di Binus, biar kata dingin tapi ngga dingin2 amat. Malah Di Kijang panas Ac-nya. Hahah... :D.. Lagian kedinginan ga bsa konsen juga guenya. And Third, gue juga bru tau cuma Binus dan 1 univ lain yg punya psikologi seksualitas. Jadi, bukunya langsung dari Amrik, Psikologi UI aja katanya ga ada. Oia, masi ada yg keempat. Di Binus jadwal mata kuliahnya teratur. Ga ada tuh ambil matkul ini-itu. Semua udh dijadwalin. Semesster 5 baru mulai ambil pilihan. Itu juga ditentuin berapa sks-nya. Maih ada yg ke-5! Di Binus, gue membiasakan diri open mind thdp keprcayaan lain. Dan di Atma, mungkin gue ga nemuin org2 kaya Davy, Asa, Fhei, Pak Reza, dan temn2 lain.. hihihi.. dan mungkin ntar2nya gue akan menemukan alasan2 lain yg bisa membuat gue semangat!

Jadi, biar org omong apa aja, gue ini yg ngejalanin.. Biar kata Atma lebih bagus psikologi-lah, Binus bagusnya tuh IT-lah, klo memang gue ga kuat di fisik, bukannya mala akan rugi? Toh, gue masuk psikologi juga sesuai keinginan gue, dan gue juga yg ngejalanin. Dan gue jadi punya alasan kenapa Tuhan tidak mengijinkan gue di Atma.

:D:D:D

Sabtu, 16 Oktober 2010

My Kid

Pertama kali kenal dia, itu anak lagi masukin palanya di antara kaki nyokapnya.. Gue inget banget si nyokap blg " Udah donk, Mas, nanti jatoh lagi" yah intinya gitu lah kira2. Gue tanya namanya, nyokapnya sih yg jawab. trus gue tanya2in.. Ada gambar strawberry, gw tanya "ini apa?" dia diem bentar "Straw.." gue pancing2 "Strawberry" jawabnya.. "Pinter". Namanya Wisnu.. Alessandro Wisnu Tegar Tri Ekayudi. emm.. tiap waktu ada aja golden child gue (tahu ini b.inggrisnya bener/ga). Entah cewe/cwo. Sebenernya sih ngga boleh ya.. Kan guru ga boleh beda2in anak. Kali ini namanya Wisnu. Lucu deh pokoknya.. Adeknya, Caroline Sekar Leani Ayudi Putri, atau Ciput, her nickname. Waktu pertama kali si Ciput liat gue, dahinya berkerut gitu. Bingung kali ya.. Dulu masih bayi si Ciput ini. Sekarang udah bisa bilang mama-mama.. Walopun semua dipanggil mama. Enggak Mas-nya, papanya, ataupun mamanya. Wisnu.. emm.. gue susah ngungkapin, yg jelas, gue suka sama dia, sayang sm dia as his sister. Gue bisa dibilang cukup deket dgn keluarganya. Ternyata Eyang kakungnya dia guru pengganti kimia di SMP gue dulu. Suatu kali, dia bilang, " kak Inez warnain juga donk".. Aduhh.. senengnya gak keruan. Kalimatnya simple, tapi bermakna buat gue. Dia menganggap gue ada. Ciput juga sekarang ga berkerut lagi klo liat gue. Dia mau gue gendong.. hehehe..Moga2 aja ya, dia dateng besok.. :).. Pernah dia marahin gue (loh?).. *Gak kebalik ya? Marahin khas anak kecil sih. Gak sabaran. Intinya, gue sayang sama dia, kayak kaka-adik. Gue anggep dia sbg adik gue sendiri.

Wisnu-Ciput

Rabu, 01 September 2010

pemikiran yg salah

Gue tau ini salah. Gue tahu gue ngga boleh punya perasaan seperti ini. Setiap orangmilik semua. I mean, gue ingin, orang2 terdekat gue. Temen2 gue terutama, gue ngga pengen mereka ngelupain gue. Gue ingin selalu diingat sama mereka. Seperti saat ini. Ketika salah seorang temen gue, yang menurut gue cukup perhatian sama gue temenan sama orang lain, gue takut dia bakal ngelupain gue. Gue tau itu SANGAT SALAH. Pemikiran yang SANGAT SALAH. Tapi gue takut kehilangan temen. Gue takut temen2 gue ngelupain gue. Mungkin, kembalilagi, ini terkait sama masa2 sekolah gue. Di mana, gue tahu mencari dan mendapatkan temen yang bener2 baik, ngga gampang sama sekali ngga gampang. Bahkan, temen yg gue anggap baik pun ternyata juga ‘di belakang’, walaupun ngga sepenuhnya seperti para pengejek gue wkt itu. Orang boleh bilang, gue harus hidup ke masa ke depan, bukan masa lalu. Ya bener banget itu. Tapi, bukankah masa lalu juga terkait dengan masa depan, juga sebaliknya? Sanagt susah melupakan apa yg terjadi pada masa2 sekolah dulu. Sekarang, mungkin gue bisa ketawa, atau hal2 menyenangkan lainnya… tapi, ketika ada satu pengalaman, bahkan satu hal kecil aja, yg menurut gue berkaitan dgn masa lalu, itu akan mengorek kembali kenangan2 buruk. Gue udah coba berdamai dgn pergi ke SMA gue dulu. Mencoba, merasakan apa yg gue rasakan saat itu. Apa senang karena bisa nostalgialah istilahnya. Tapi biasa aja… seneng juga ngga… sangat biasa… beda dgn ketika gue mengunjungi SMP gue. Yah, walaupun, sama seperti SMA, SMP pun gue mendapat perlakuan yang sama. Tapi, entah kenapa, begitu cintanya gue sama PL, gue pun merasa nyaman di situ, juga dgn mantan guru2 gue. Mereka menyambut gue dgn ramah. Menanyakan kabar gue. Sebenernya, waktu gue ke SMA kemaren juga gitu. Mereka nanya kabar, ngajak ngobrol, tapi gue udaah terlalu, apa… ngga suka… banyak kenangan pahit…

hhh... kapan gue bisa melupakan kenangan itu????

Jumat, 27 Agustus 2010

Kalo liat blog orang lain, kayaknya pada, penuh cerita2 lucu, menarik, dll. Blog gw sendiri hanya sebagian yg isinya menggembirakan, lainnya? Ada yg sedih. Yah, walaupun belum keseluruhan dari cerita hidup gue. Tapi gue udah bisa memperkirakannya… bukannya negative thinking ya… tapi, banyak cerita hidup gw yg belom terbongkar. Cerita tersebut belom, dan gue harap suatu hari nanti, mau gue ceritain (tanpa air mata gue). Davy bilang, gue mesti bangkit dari masa lalu. Bokap bilang, gue ngga usah peduliin mereka

, cuma nyiksa diri sendiri. Apa gue bisa? Yg lain bilang, gue mesti tetep semangat. Apa gue bisa? Gue ngga bisa membayangkan masa depan. Gue takut akan masa depan. Diliat dari luar, mungkin gue anak yang yah…. Bisa dibilang enak. Anak tunggal, dimanja, dlll. Tapi diliat dari dalam, gue rasa ngga kayak gitu. Satu masalah yg ngga ada perubahan yg lebih baik, tetep aja ada. Masalah itu berkembang. Dan membuat gue bener2 stress. Maunya nulis di blog. Tapi, klo orang2 yg bersangkutan baca, gue belum siap nerima responnya.
hidup ini indah. ada yg bilang begitu. ada yg bilang hidup harus dinikmatin. yg lain bilang, hidup kadang di atas, kadang di bawah. buat gue sendiri, pendapat ke tigalah yg cocok buat gue. hanya, spertinya hidup gue lebih banyak di bawah...

Senin, 19 Juli 2010

Kimora

Badan kecil, bibir merah, mata rada sipit. Itulah Kimora, salah 1 anak Sekolah Minggu. Uurnya sekitar 2 tahunan. Kata suster-nya dia cerewet, kalo udah kenal sama orang. Tapi, ampe kemaren hari minggu pun, gue belom denger suaranya. Cuma kemaren, waktu gue abis peluk dia, dia tepuk tangan, trus bilang “Yee…”. Gitu, itupun suaranya kecil. Si Kimmy (panggilan Kimora) ini diajarinnya bahasa inggris. Jadi klo gue minta peluk ato cium, gue bilangnya “Give me hug” ato “Give me kiss”. Entar dia maju dgn perlahan2, trus ngejatohin badannya ke gue ato nyium gue. Kimmy anak yang cukup bahkan sangat berada. Ayahnya yang punya RS sama showroom mobil di Jakarta. Nyokapnya kerja. Tinggallah dia ama mbak-nya. Karena ortunya kerja otomatis dia jadi deket banget2 sama mbak-nya. Pernah 1 kali mbaknya pulang kampung, baru 1 jam, si mbaknya nyampe kampung, dia udah dipanggil lagi balik ke Jakarta, karena Kimmy () badannya panas ampe 40 derajat.

Actually, gue kasian ama Kimmy. Dia anak yg kayaaaaaaaaa banget. Sebula, bisa 2-3x ke luar neger, buat liburan. Maenan jelas, dia ngga kekurangan. Tapi, menurut gue, yang paling dia butuhin, adalah kasih sayang ortunya. Anak umur segitu, belom ngerti banget sama maenan. Gue mikirin juga sih, klo dia udah gede ntar, gimana ya? maksud gue, sampe kapan, si mbaknya kerja jagain Kimmy? Klo ntar mbaknya udah ngga jagain kimmy lagi, gimana ya, hubungan Kimmy dgn ortunya? Secara dari kecil, mungkin ortunya ngga gitu tau perkembangan anaknya, kesukaan anakanya, gimana klo Kimmy lagi seneng, marah, ato kesel, dll. Kimmy.. Kimmy.. Give me hug!

Minggu, 18 Juli 2010

Anak Rimba

Tau Butet Manurung? Dia seorang yang menurut gue rimba banget. Kuliah di jurusan, yang menurut gue nggak ada hubungannya sama sekali sama rimba. Gue lupa sih, dia di jurusan apa waktu kuliah. Satu2nya jurusan yang ngena sama profesinya sekarang ya jurusan antropologi. Dia mendirikan sekolah2 bagi anak2 di pedalaman sana. Banyak pengalaman yg dia dapet. Mulai dari dikejar2 beruang, ngetawain sesame temannya yang jatoh di sungai. Sampe kelaperan, Cuma makan singkong. Sekolah rimba ini, udah tersebar di beberapa daerah. Dia ngga kerja ndiri. Seperti yg tadi gue bilang, dia punya temen2 yg ngebantuin dia juga. Butet mendirikan sekolah ini, namanya Sakola Rimba. Katanya, klo disuruh duduk di kantor berjam2, malah sakit dia. Udah biasa banget2sama alam bebas kan. Katanya, anak rimba tuh kacau. Mukanya pada ancur2. Klo dia bĂȘte/bosen/ jenuh, biasanya dia ngeliatin aja tuh muka anak2, ketawa lagi deh. Eh, jangan salah loh, biar muka ancur, otaknya encer2. Butet bilang, anak2 itu ngga mau belajar klo ngga ada gunanya. Jadi, sebelom dia ngajar suatu pelajaran, dia kasih tau dulu, itu gunanya apaan. Klo ngga, anaknya pd ngga mau belajar. Untuk bisa ngajar di luar negeri, jelas bhs inggris kudu bisa, tapi, klo di rimba, bahsa Indonesia aja, ngga bisa jadi patokan. Bhs pokoknya di sana, bhs rimba. Pernah suatu kali, si Butet, hampir dibunuh ibu2 gara2 dipikir selingkuh sama suami si ibu tsb, karena yg bisa bhs Melayu ya si Bapak tadi. Jadi, karena mungkin si Butetnya ngomong sma si bapak mulu, dan si ibunya juga ngga ngerti apa yg diomongi, jadi udh prasangka aja tuh dia.
Gue ngga nyangka aja, ya, mereka, anak2 rimba, yg kita selalu anggap terbelakang, yg mungkin dianggap lebih dari ndeso, karena mereka masih bener2 memegang tradisionalitas, ternyata cerdas juga. Mereka ngga asal nrimo aja, semua pelajaran yg dikasih Butet, tapi, nanya dulu, ini untuk apa? Apa gunanya itu? Klo ngga ada guna buat mereka, ya mereka ngga mau disuruh belajar. Selama ini, kita nganggap mereka polos, dan mungkin, (maaf) mudah ditipu.

Yg gue renungin (renungiiinnn ???) apa yg dimaksud nikmatnya hidup, mungkin kayak si Butet itu kali ya. bebas, lepas, ngga terikat sama peraturan. Peraturan mungkin tetep ada, dan di manapun, yg namanya peraturan pasti ada. Tapi mungkin ngga kayak di kota. Yang selalu buru2, dikejar tugas, waktu, dll. Di sana, di rimba mungkin lebih bebas, dan tetap teratur, karena mereka pasti jaga banget keseimbangan alam. Bebas dan… sehat. Sehat pastinya karena makan makanan dari alam. Ngga banyak minyak2an. Mungkin mereka sakit paling parah tuh TBC. Panas aja obatnya daun2an, yang ngga ngandung bahan kimia kayak obat2 antibiotik. Sehat juga karena banyak bergerak. Ngga Cuma duduk diem, dengerin orang ngomong, atau duduk dalam posisi yg sama dlm wkt berjam2 utk ngerjain tugas kantor.

Rabu, 07 Juli 2010

Hi! Wah, gile ye.. dah berapa lama nich ga nulis blog? Gara2 tugas nih, banyak abiz, sama trus uas… gue kan targetnya mau ningkatin IPK, namun ternyata apa daya sepertinya tak sampai. Dua hari terakhir kacau abiz. Udah jenuh gue… udah ah… ngga usah dipirin lagi lagi. Sekarang, bebas2in deh tuh libur 2 bln 17 hari… mau ngapain aja juga ga tau, paling nonton di rumah… yang pastinya nonton tv sih, karena si Ezzy rental film itu sudah tergantikan oleh Indomaret. Mentok2 paling ke mall, gramed lagi… gramed lagi… eh, gue lagi berusaha ngabisin Twilight Saga nih, tapi yang English Version.. wow, kemajuan besar tuh (buat gue), gue kan pengennya S2 (kalao Tuhan ijinin) d luar, seenggaknya mungkin cari kerjanya ntar lebih gampang. Sekarang mah, di sini, lulusan psikologi, belom tentu jadi psikolog, kakak sepupu gue aja, lulusan BK, jadi kerja di Bank, yg ngga nyambung2 sama kuliahnya. Sekarang, yang penting dapet kerja dulu. Sukur2 kerjanya sesuai bidang. Makanya, karena gue berambisi jadi psikolog, gue pengennya (sekali lagi kalau Tuhan ijinin) ngelanjutin di luar. Lulusan dr luar dibutuhin banget sekarang.

Ummm… oia, kemarin gue nonton Tanah Air Beta. Itu sih sebenernya kemauan nyokap. Nyokap penasaraaannnnn bangettt. Gue yang tadinya males, akhirnya dengan sangat ogah2an nurutin kemauan nyokap. Alhasil, gue cukup menikmati film itu… hehehhe… nggak nyambung kan? Apa ya? gue ngerasa itu film buat pemikiran sendiri buat gue. Biasanya, karya anak bangsa kita, tentang smangat, tentang keinginan sekolah yang kuat, ato yg gitu2.. tapi, yang ini menurut gue beda. Ceritanya, ini tentang seorang anak yang pengen banget ketemu kakaknya yang ia dan ibunya tinggalin sementara di Tim-Tim, pasca kerusuhan. Lucu, menghibur, dan ternyata memberikan pandangan yang baru dlm diri gue. Ternyata masalah2 di negeri ini tuh belom selesai, banyak kasus yang dilupain gitu aja. Cuma segelintir orang yang masih inget. Nyedihin banget ya? trus, gue mikir, ntar klo gue jadi psikolog klinis, apa ya yg bisa gue buat utk mereka2 yg dilupain? Mungkin utk korban2 perang2, korban2 ketidakadilan? Tapi… apa iya, gue bisa? Mereka yg nanganin kasus2 tsb kan juga haus kuat, ngga boleh lemah, karena yg mereka tanganin itu ngga Cuma 1 orang, tapi dampanya bisa sampai ke seluruh orang, … yang penting, sekarang gue selesein kuliah dulu, biar mereka yg ngga nganggep gue sebelah mata lagi… okay… dah dulu deh… duh, gue takut di’deleted banyak orang di FB gara2 foto gue… hhhh… gue kebanyakan parno deh, gara2…

Minggu, 02 Mei 2010

Ulangtahun gue yang ke-19

Sekitar 2 mgg lalu, klo gak salah 1 mgg setelah Paskah, ulangtahun gue ‘dirayakan’. Walopun telat, (ulangtahun gue 16 Maret *ngarep kado. Hahhaah :D) tapi gue seneng banget. Ceritanya abis Sekolah Minggu, pulangnya adik2 kami yang lucu nan imut itu seperti biasa dikasih snack. Entah coklat, susu, ato biskuit. Nah, karena abis Paskah, snack-nya jadi tart kecil, sumbangan salah 1 pembina BIA. Emang biasanya abis Natal atau Paskah, snack-nya jadi tart kecil itu yg di atasnya dikasih foto. Tadinya itu tart takutnya kurang, karena anaknya banyak yg dateng, eh… ngga taunya malah lebih…. jadi sisa banyak deh…terus, entah ada lilin dari mana, dipasanglah lilin itu di atas kue tersebut, sambil si Ka Devi bilang “ Nono tuh kan kemaren ulangtahun dia”, maksudnya biar si Ka Nono (pujaan hatinya Ka Devi, *piisss ka! ) yg niup itu lilin. Tambahan lagi si Ka Linda bilang “ Inez juga” kena deh! Setelah ka Nono sang pianis BIA (Bina Iman Anak/ Sekolah minggu) dipanggil, dimulailah ‘perayaan’ tsb. Setelah berdoa, trus pada nyanyi Happy Birthday apa Selamat Ulangtahun gitu, gue lupa, ya intinya sama lah, trus potong kue yg cuma seucrit itu, potongnya juga pake garpu kue sih….potongan kue pertama dari gue diberikan kepadaaaaaa…..ada yg bilang karena sm2 jomblo jdi kasih kuenya ke lawan jenis. Akhirnyaaaaa… gue memutuskan….yg cowo Cuma Ka Nono, Ka Ferdy, 3 Frater (yg ini SAMA SEKALI TIDAK BOLEH DIGAGGU GUGAT!), sm Christo. Oia, sm George. FYI, 2 nama terakhir adalah brownies (berondong manis). Jadi yg sisa tinggal 2 nama Ka Nono sm Ka Ferdy. Ya, akhirnyaa… sih gue pilih ka Ferdy…. Netral … klo Ka Nono, ka Devi bisa tersungging, eh maksudnya tersinggung gitu, walopun dia udah bilang katanya sekali ini dia relain…*piisss lagi ka! abis itu giliran ka Nono nih yg kasih kuenya. FYI lagi ya, dia itu putih kacamata, malu2an orgnya…jadi karena dia bingung mau dikasih siapa itu kue… dia nyodorinnya ke GUE! Langsung pada suit2, ketawa2 seneng banget kayaknya, Mba! . Katanya ka Linda sih ka Nono pilih yg netral… yg “mukanya merah” plus malu guelah! Secara, dari dulu, gue ngga pernah dirayain bareng temen2. Terakhir dirayain wkt ultah ke 17. Itu juga sama sodara2. Sm temen2 di kelas cuma gue bawa kue tart-nya. Ngga pake nyanyian, ngga pake ‘cieee2’ atau ‘suit2’an. Yg ada temen2 gue pada memperdulikan kue-nya daripd guenya hikz. T__T. tapi, lumayan senenglah. Makanya, bisa dibilang ini perayaan ‘pertama’ yg bikin gue malu, deg2an, segala rasalah kayak nano-nano. Thanks to teman2 Pembina utk ‘perayaan’nya!

Jumat, 30 April 2010

Victim or Victor ?

Kemarin, gw baca di status kaka sepupu gue. Waktu gue tanya siapa yg dia maksud, katanya itu gue. Hmmm… seneng juga sih, bangga rasanya. Isi statusnya sih, intinya gue jadi salah satu sumber inspirasi gue. Bangga lah gue pastinya. Bukannya sombong, ada beberapa orang yang bilang gue tangguh. Gue sendiri berpikir, gue ngga setangguh yg mereka bayangkan. Ada kalanya gue merasa ngga kuat menghadapi itu semua. Pengen lari dari kenyataan yang gue hadapi. Tapi, abis itu, gue mikir, mau ngga mau, gue harus hadapi itu. Gue ngga bisa lari. Yah, mau ngga mau. Klo ngga mau hadapi kenyataan, satu2nya jalan adalh kematian. Dengan mati, orang ngga usah hadapi kepahitan hidup. Tapi, gue kan ngga bisa trus mati gitu aja, kecuali klo gue bunuh diri. Lah, klo bunuh diri, mending masuk surge, klo terus gue diminta mempertanggungjawabkan perbuatan gue, dan gue ngga bisa mempertanggungjawabkannya? Bisa2 masuk neraka gue.
Kadang, klo gue flashback lgi, gue kok bisa sejauh ini ya? bisa ngelewatin semua masalah, yang gue sendiri ngga tau kok bisa gue ngelewatin, gitu… gue sendiri sih meng-idola-kan Hee Ah Lee, seorang pianis yg menderita crab syndrome. Yg gue kagumin, klo biasanya artis/ selebritis/ sejenisnya terkenal karena kecantikaannya/kemanisannya/ kegantengannya, tapi dia bisa maju, karena kekurangan yg dia miliki. Beberapa orang, bilang gue menginspirasi mereka, dan kemaren baru gue piker, gue seneng bisa jadi inspirasi orang lain, dan ke depannya, gue mau menjadi inspirasi bagi orang lain, bukan karena masalah yg gue hadapi --ya itu bolehlah-- tapi prestasi gue, karena gue nantinya bisa jadi seorang psikolog (amiiiinn).. :-)

NB: gue suka ngerasa, kayaknya Tuhan kasih masalah2 utk prepared gue utk jadi psikolog yg baik. (amiiiinnnn… lagi)

Selasa, 13 April 2010

Psikolog

Menjadi psikolog menurut gue paling sulit di antara pekerjaan lain. Klo yg lainnya pake ilmu khusus (?), psikologi mempelajari masalah2 yg sering muncul, keadaan sosial, dll. Di psikologi, yg dianggap tabu justru dibicarain. Seorang psikolog, diharapkan mampu menunjukkan rasa empati terhadap kliennya, dan memandang suatu masalah nggak hanya dari pihak korban, tapi juga dari pihak pelaku. Seorang psikolog ngga bleh mempunyai prasangka menurut pikirannya, tapi berdasarkan fakta. Ngga gampang memang, klo orang stress pada ke psikolog, lha klo psikolognya stress, mau ke siapa? Pasti psikolog juga ya...